Labels

Saturday, August 9, 2014

Passive Smoking: Bahaya Merokok bagi Keluarga

Perokok Pasif adalah orang yang menyedot asap rokok yang dihasilkan oleh seorang perokok lain.

Bayangkan sebuah episode ini.


Sebuah keluarga yang terdiri dari seorang ayah, ibu, dan dua anak kecil sedang berada di restoran. Mereka baru saja memesan makanan dan menunggu makanan itu untuk disajikan. Selama menunggu, sang ayah meminta asbak dan mengeluarkan rokoknya. Kemudian beliau mulai menghisap rokok dan asapnya dihirup oleh sang ibu serta kedua anak kecilnya.


Sang ibu dan kedua anak kecil itulah yang disebut sebagai perokok pasif. Mereka menyedot asap rokok yang dihasilkan oleh seorang perokok lain.


Sekarang, yuk kita bahas siapa sih di sini yang sebenarnya rentan terkena penyakit?


Sebelumnya, kita perlu tahu tentang asap rokok. Nah, nah... ternyata asap rokok bisa dibagi menjadi dua, lho.


Yang pertama adalah Mainstream Smoke, yaitu asap yang dihirup oleh perokok itu sendiri. Yang kedua adalah Sidestream Smoke, yaitu asap yang dikeluarkan oleh perokok yang mengekspos orang lain.


Mainstream Smoke memiliki suhu yang tinggi dan melewati filter rokok. Sidestream Smoke memiliki suhu rendah, sehingga zat-zat kimia di dalamnya menjadi lebih aktif. Sama seperti bakteri yang akan mati dalam suhu tinggi dan hidup dalam suhu normal, demikian pula zat-zat berbahaya dalam rokok.


Nah, berdasarkan penjelasan tentang asap rokok di atas, siapa dong yang lebih terekspos zat-zat berbahaya dan rentan terjangkit penyakit berbahaya? Yup, jawabannya adalah perokok pasif.


Ingin tahu perbandingan zat-zat berbahaya itu tadi? Yuk lihat tabel di bawah ini:





Nah, ternyata berkali-kali lipat lebih banyak, kan? Bahkan ada yang sampai 50 kali lipat!


Hasil penelitian mengatakan seperti ini. Jika seorang istri memiliki seorang suami perokok, bahaya istri terjangkit kanker paru-paru berbanding lurus dengan jumlah rokok perhari yang dihisap sang suami. Dalam satu hari 1-14 batang, bahaya itu meningkat menjadi 1.42 kali lipat, 15-19 batang perhari menjadi 1.53 kali, 20 batang lebih perhari menjadi 1.91 kali lipat.


Bahaya bagi anak-anak juga sangat besar. Ada bayi yang tiba-tiba meninggal tanpa ada gejala sakit. SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) mudah terjadi pada keluarga yang memiliki seorang perokok dan bayi terekspos asap rokok baik di dalam kandungan maupun sesudah lahir. 


Karena itu, mari kita pikirkan kembali bahaya rokok bagi orang yang tidak merokok. Akibat buruk rokok lebih banyak terjadi pada orang-orang di sekeliling perokok. 



Sumber:

http://www.hit-1.net/tabako/in.html
http://www.hit-1.net/tabako/in-2.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Sudden_infant_death_syndrome

No comments:

Post a Comment