Labels

Thursday, August 14, 2014

Lindungi Anak-anak dari Asap Rokok!

Hai teman-teman, kali ini saya ingin membahas tentang bahaya asap rokok pada anak-anak. Bukan bahaya rokok lho, tapi bahaya asap rokok.

Pernah dengar SIDS belum, ya?

SIDS adalah singkatan dari Sudden Infant Death Syndrome, alias Sindrom Kematian Bayi Mendadak. Berdasarkan sebuah penelitian, persentase seorang bayi meninggal mendadak akan meningkat sebanyak 4.7 kali lipat pada keluarga yang kedua orangtuanya merokok.

Atau, apakah teman-teman pernah mendengar Radang Telinga Tengah? Radang ini disebabkan oleh asap rokok yang masuk lewat tenggorokan, menyebabkan infeksi di daerah Eustachian tube dan telinga bagian tengah. Oiya, biasanya penyakit ini terjadi pada anak-anak, lho.

Ada juga data yang menyebutkan bahwa Sidestream Smoke yang dihisap oleh seorang anak sama dengan bibit kanker yang akan dipanen saat dewasa nanti.

Masih ada data lagi yang mengatakan bahwa sidestream smoke juga menyebabkan gangguan otak dan menghambat pertumbuhan anak. Di Amerika pernah diadakan test bagi 4000 anak SD dan SMP. Test tersebut adalah tes membaca dan matematika. Di situ, sudah bisa dibuktikan bahwa anak-anak dengan orangtua perokok memiliki nilai yang lebih rendah.

Nah, asap rokok ternyata tidak hanya bisa mengakibatkan sakit penyakit pada seorang anak, tapi juga bisa menghambat pertumubah otak dan tubuhnya. Jadi, bisa disimpulkan bahwa membiarkan anak-anak mengisap sidestream smoke baik itu secara sengaja maupun tidak sengaja isa dikategorikan sebagai sebuah tindakan Penganiayaan Anak. Kenapa menganiaya? Karena menyebabkan tubuh sang anak sakit dan bahkan menghambat perkembangan tubuh, bahkan otaknya.

Terus, bagaimana dong kalau orangtua adalah perokok? Bagaimana cara melindungi anak-anak dari asap rokok? Jawabannya adalah tidak bisa.

Mesin pembersih udara, penyedot udara tidak akan bisa menghilangkan partikel-partikel kecil nikotin dan sisa abu mikro dari perabot rumah tangga. Malah, pembersih udara itu akan mengurai partikel berbahaya tersebut dan menyebarkannya lebih lagi di dalam ruangan.


Menurut saya, sudah menjadi kewajiban dan norma umum bagi orangtua untuk mengisap rokok di luar rumah, menjauh dari anak-anak. Malah akan lebih baik lagi jika orangtua tidak merokok. Karena dengan tidak merokok, orangtua menunjukkan kasih sayang mereka pada anak.

Bagi orangtua perokok, saya ingin mengatakan, "Cintailah anak Anda, keluarga Anda dan diri Anda sendiri dengan berhenti dari rokok."




Sumber:
http://www.glico.co.jp/boshi/futaba/no74/con01_10.htm
http://en.wikipedia.org/wiki/Sudden_infant_death_syndrome
http://id.wikipedia.org/wiki/Radang_telinga_tengah

Wednesday, August 13, 2014

Saturday, August 9, 2014

Passive Smoking: Bahaya Merokok bagi Keluarga

Perokok Pasif adalah orang yang menyedot asap rokok yang dihasilkan oleh seorang perokok lain.

Bayangkan sebuah episode ini.


Sebuah keluarga yang terdiri dari seorang ayah, ibu, dan dua anak kecil sedang berada di restoran. Mereka baru saja memesan makanan dan menunggu makanan itu untuk disajikan. Selama menunggu, sang ayah meminta asbak dan mengeluarkan rokoknya. Kemudian beliau mulai menghisap rokok dan asapnya dihirup oleh sang ibu serta kedua anak kecilnya.


Sang ibu dan kedua anak kecil itulah yang disebut sebagai perokok pasif. Mereka menyedot asap rokok yang dihasilkan oleh seorang perokok lain.


Sekarang, yuk kita bahas siapa sih di sini yang sebenarnya rentan terkena penyakit?


Sebelumnya, kita perlu tahu tentang asap rokok. Nah, nah... ternyata asap rokok bisa dibagi menjadi dua, lho.


Yang pertama adalah Mainstream Smoke, yaitu asap yang dihirup oleh perokok itu sendiri. Yang kedua adalah Sidestream Smoke, yaitu asap yang dikeluarkan oleh perokok yang mengekspos orang lain.


Mainstream Smoke memiliki suhu yang tinggi dan melewati filter rokok. Sidestream Smoke memiliki suhu rendah, sehingga zat-zat kimia di dalamnya menjadi lebih aktif. Sama seperti bakteri yang akan mati dalam suhu tinggi dan hidup dalam suhu normal, demikian pula zat-zat berbahaya dalam rokok.


Nah, berdasarkan penjelasan tentang asap rokok di atas, siapa dong yang lebih terekspos zat-zat berbahaya dan rentan terjangkit penyakit berbahaya? Yup, jawabannya adalah perokok pasif.


Ingin tahu perbandingan zat-zat berbahaya itu tadi? Yuk lihat tabel di bawah ini:





Nah, ternyata berkali-kali lipat lebih banyak, kan? Bahkan ada yang sampai 50 kali lipat!


Hasil penelitian mengatakan seperti ini. Jika seorang istri memiliki seorang suami perokok, bahaya istri terjangkit kanker paru-paru berbanding lurus dengan jumlah rokok perhari yang dihisap sang suami. Dalam satu hari 1-14 batang, bahaya itu meningkat menjadi 1.42 kali lipat, 15-19 batang perhari menjadi 1.53 kali, 20 batang lebih perhari menjadi 1.91 kali lipat.


Bahaya bagi anak-anak juga sangat besar. Ada bayi yang tiba-tiba meninggal tanpa ada gejala sakit. SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) mudah terjadi pada keluarga yang memiliki seorang perokok dan bayi terekspos asap rokok baik di dalam kandungan maupun sesudah lahir. 


Karena itu, mari kita pikirkan kembali bahaya rokok bagi orang yang tidak merokok. Akibat buruk rokok lebih banyak terjadi pada orang-orang di sekeliling perokok. 



Sumber:

http://www.hit-1.net/tabako/in.html
http://www.hit-1.net/tabako/in-2.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Sudden_infant_death_syndrome

Tujuan Blog Ini

Hai, hai!

Selamat pagi, siang, sore!

Saya baru saja memulai blog ini. Seperti judulnya, blog ini bertujuan untuk mengingatkan dan memikirkan kembali tentang passive smoking.

Banyak sekali artikel, peringatan, selebaran di luaran sana yang membahas tentang bahaya merokok. Tentu saja peringatan-peringatan itu tidak salah dan malah sangat baik. Namun, ternyata jarang sekali ada peringatan tentang bahaya perokok pasif alias passive smoking. Karena itu, saya memulai blog ini.

Akan ada dua hal yang memenuhi blog ini, yaitu artikel dan jurnal.

Yang pertama adalah artikel tentang bahaya passive smoking. Karena saya bukan seorang peneliti, sebagian besar isi blog ini adalah saduran dari artikel, baik yang berbahasa Indonesia, Inggris, maupun Jepang.  Diantara artikel tersebut akan berupa rangkuman beberapa artikel yang saya baca. Hak cipta setiap artikel ada pada penulisnya dan akan saya cantumkan sumbernya di setiap akhir artikel. 

Yang kedua, blog ini juga akan memuat jurnal, semacam buku harian saya sendiri. Tentu saja temanya tidak jauh dari perokok pasif dan seputar rokok. Ke depannya, pengin banget nih ada guest author yang mungkin bisa menyumbang pengalamannya.

Wah, jadi serius banget ya. Meskipun temanya serius, tapi saya ingin blog ini lebih santai dan tentu saja saya akan berusaha menggunakan bahasa yang lebih santai. Jadi, maaf ya kalau gaya bahasanya sedikit amburadul. ^^

Terus, apa sih Perokok Pasif itu?

Perokok Pasif adalah orang yang menyedot asap rokok yang dihasilkan oleh seorang perokok lain. Dan ternyata, tahu tidak perokok pasif lebih rentan sakit dibandingkan perokok aktif!

Nah, semoga blog ini berguna dan membuat kita memikirkan kembali bahaya rokok terutama bagi non-perokok.

First Post

Ini adalah post pertama.